Inflasi Indonesia Naik ke 3,55%, Daya Beli Tertekan

Inflasi Indonesia Naik ke 3,55%, Daya Beli Tertekan

OREGONTRAVELINGTOURS.COM –  Kabar terbaru mengenai kondisi ekonomi nasional kembali menjadi sorotan setelah data menunjukkan bahwa inflasi Indonesia naik ke 3,55% secara tahunan (YoY) pada Februari 2026.

Angka ini tercatat melampaui target sasaran pemerintah yang biasanya berada di kisaran 2,5% ± 1%. Akibatnya, kekhawatiran mengenai kondisi daya beli tertekan mulai dirasakan secara nyata oleh berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga

Kronologi Lengkap Diva Siregar Kecelakaan Tol Mobil Terbalik

Penyebab Utama Inflasi Indonesia Menyentuh 3,55%

erdapat beberapa faktor krusial yang mendorong kenaikan angka inflasi kali ini. Pertama-tama, kenaikan tarif listrik dan harga emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar dalam perhitungan inflasi tahunan.

Selain itu, adanya penyesuaian harga pada sektor transportasi juga memberikan tekanan tambahan pada indeks harga konsumen.

Selanjutnya, faktor musiman seperti persiapan menjelang bulan suci Ramadan turut memicu kenaikan permintaan barang pokok.

Akibatnya, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Baca Juga

Pinkan Mambo Viral Lagi karena Ngamen di Lampu Merah

Dampak Nyata: Daya Beli Tertekan dan Konsumsi Menurun

Ketika inflasi Indonesia naik ke 3,55%, dampak yang paling terasa adalah penurunan nilai riil dari pendapatan masyarakat.

Meskipun pendapatan nominal mungkin tetap, tetapi jumlah barang yang bisa dibeli justru berkurang. Oleh karena itu, fenomena daya beli tertekan ini menyebabkan masyarakat mulai mengubah pola konsumsinya.

Update News Setiap Hari : https://oregontravelingtours.com/

Kronologi Lengkap Diva Siregar Kecelakaan Tol Mobil Terbalik Previous post Kronologi Lengkap Diva Siregar Kecelakaan Tol Mobil Terbalik