OREGONTRAVELINGTOURS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah biro travel dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) mulai pekan depan. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang telah menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan beberapa tersangka lainnya.
Maraton Pemeriksaan untuk Dalami Aliran Dana
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa penyidik akan memanggil puluhan saksi dari kalangan penyelenggara ibadah haji khusus. Pemeriksaan akan dilakukan baik di Gedung Merah Putih KPK maupun di lokasi PIHK di berbagai daerah.
“Pekan depan, penyidik akan mulai maraton melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, di antaranya para PIHK,” ujar Budi Prasetyo, Kamis (2/4/2026).
Fokus pada Dugaan Suap dan Kuota Tambahan
Kasus ini bermula dari dugaan manipulasi pembagian kuota haji, termasuk pemberian kuota tambahan kepada biro travel tertentu dengan imbalan suap. KPK sebelumnya telah menetapkan empat tersangka, termasuk dua tersangka baru pada akhir Maret 2026 yaitu Ismail Adham (Direktur Operasional PT Maktour) dan Asrul Azis Taba (Ketua Umum Kesthuri).
Delapan PIHK yang terafiliasi dengan Kesthuri diduga meraup keuntungan ilegal hingga Rp40,8 miliar dari kuota tambahan. Total kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp622 miliar berdasarkan audit BPK.
KPK Telah Periksa Ratusan Biro Travel
Sejauh ini, KPK telah memeriksa lebih dari 400 biro travel haji dan umrah untuk mengumpulkan bukti terkait aliran dana. Pemeriksaan maraton pekan depan diharapkan dapat melengkapi berkas penyidikan dan membongkar jaringan lebih luas.
Tersangka yang Telah Ditetapkan:
- Yaqut Cholil Qoumas (eks Menag)
- Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex)
- Ismail Adham (Maktour)
- Asrul Azis Taba (Kesthuri)
Imbauan KPK kepada Masyarakat
KPK mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor. Penyidikan kasus korupsi kuota haji ini akan terus dikembangkan hingga tuntas, termasuk kemungkinan penetapan tersangka baru.
Kesimpulan: Pemeriksaan maraton biro travel pekan depan menandakan keseriusan KPK mengusut kasus korupsi kuota haji yang merugikan negara ratusan miliar rupiah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi calon jemaah haji dan membersihkan penyelenggaraan ibadah haji dari praktik korupsi.
