OREGONTRAVELINGTOURS.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumpulkan para wali kota se-Jabodetabek untuk membahas penanganan ikan sapu-sapu yang semakin meresahkan warga. Ikan invasif asal Amerika Selatan ini kini menyebar luas di sungai-sungai dan saluran air Jakarta serta wilayah penyangga, mengganggu ekosistem dan kualitas air.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya penanganan serius dan terpadu. “Ikan sapu-sapu bukan hanya mengganggu estetika, tapi juga mengancam biodiversitas dan kesehatan masyarakat,” ujar Pramono.
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang sangat adaptif. Mereka berkembang biak dengan cepat, memakan segala jenis algae dan detritus. Serta mengeluarkan lendir yang dapat mengganggu kualitas air dan sistem irigasi.
Dampak yang Dirasakan Warga
Warga di sekitar sungai Ciliwung, Citarum, dan Kali Pesanggrahan sering melaporkan ikan sapu-sapu yang mati massal saat musim kemarau, menyebabkan bau tidak sedap dan pencemaran air. Beberapa nelayan tradisional juga mengeluh hasil tangkapan ikan lokal menurun drastis karena kompetisi dengan ikan sapu-sapu.
Rencana Penanganan
Pramono Anung dan para wali kota sepakat untuk melakukan beberapa langkah, antara lain: – Pembersihan massal secara berkala di sungai dan saluran air – Sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang ikan sapu-sapu ke perairan umum – Penelitian bersama dengan perguruan tinggi untuk menemukan cara pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai ekonomi – Penguatan regulasi larangan memelihara dan melepas ikan sapu-sapu di alam liar
Harapan Pramono Anung
Pramono berharap penanganan ini dapat dilakukan secara terpadu antarwilayah Jabodetabek. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Ini masalah bersama yang harus diselesaikan bersama,” tegasnya.
Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) pertama kali masuk ke Indonesia sebagai ikan hias pada awal 2000-an. Karena dibuang sembarangan ke sungai, ikan ini berkembang biak dengan cepat dan menjadi spesies invasif yang sulit dikendalikan.
Rapat koordinasi yang dipimpin Pramono Anung menjadi langkah awal penanganan serius terhadap ikan sapu-sapu yang semakin meresahkan warga Jabodetabek. Diharapkan kolaborasi antar daerah dapat segera menghasilkan solusi konkret untuk mengembalikan kualitas ekosistem sungai dan kenyamanan masyarakat.
